Kebijakan Privasi dracxterm
dracxterm adalah aplikasi terminal untuk Android. Aplikasi ini bisa memasang sistem Linux di dalam ponsel Anda, lalu memberi Anda tempat untuk mengetik perintah, sama seperti terminal di komputer.
Halaman ini menjelaskan apa yang terjadi pada data Anda ketika memakainya. Isinya disusun dari pemeriksaan langsung terhadap kode sumber dracxterm versi 1.0.6. Versi sebelumnya punya halamannya sendiri, dan halaman ini tidak menggantikannya.
Intinya
- Tidak ada akun, iklan, maupun pelacakan. Pengembang dracxterm tidak menerima isi terminal, file, atau informasi perangkat Anda.
- Versi ini tidak menambah koneksi jaringan, izin, maupun data yang dikirim ke mana pun. Yang berubah terjadi di dalam ponsel Anda.
- Kelima image Linux di katalog diunduh dari GitHub, dari mirror milik pengembang.
- Sesi Linux dijalankan VHDP, engine yang berjalan di dalam aplikasi. VHDP tidak membuka koneksi jaringan sendiri. Ia menambah beberapa berkas catatan di ponsel Anda.
- Program di dalam Linux bisa membaca waktu sejak ponsel dinyalakan, beban prosesor, statistik memori, dan versi kernel. Versi ini menambah dua nilai acak untuk program yang menanyakannya, dan tidak lagi memperlihatkan antarmuka SELinux Android ke dalam Linux.
- Berkas yang dibuat di dalam Linux kini memakai hak baca standar Linux. Semuanya tetap di folder privat aplikasi, tidak terlihat oleh aplikasi lain.
- Daftar izin Android sama persis dengan versi 1.0.1.
- Aplikasi mengunduh sesuatu hanya setelah Anda memintanya, dan yang diunduh cuma dua hal: sistem Linux dan runtime Ollama.
- Begitu Anda menjalankan perintah di dalam terminal, program itulah yang menentukan ke mana data Anda pergi. Bagian ini di luar kendali aplikasi.
- Hampir seluruh data bisa Anda hapus lewat "Hapus penyimpanan" di pengaturan Android atau dengan menghapus aplikasinya.
Yang dicakup kebijakan ini
Kebijakan ini berlaku untuk aplikasi dracxterm versi 1.0.6 dan halaman web yang sedang Anda baca. Engine VHDP yang ikut di dalam APK juga tercakup di sini, sejauh yang dipakai dracxterm. VHDP sebagai library terpisah punya halamannya sendiri, Kebijakan Privasi VHDP 1.0.0.
Yang tidak tercakup adalah apa pun yang Anda jalankan di dalam terminal. dracxterm memberi Anda
ruang untuk menjalankan program, dan program yang Anda pilih punya perilakunya sendiri. Kalau Anda
menjalankan ssh ke server Anda, yang berlaku adalah aturan server itu. Kalau Anda
memasang paket lewat apt, yang berlaku adalah aturan penyedia paketnya.
Karena itu kebijakan ini memisahkan tiga hal sepanjang dokumen: apa yang tinggal di perangkat Anda, apa yang melibatkan pihak lain, dan apa yang Anda kendalikan sendiri. Anda akan melihat penanda bertuliskan itu di bawah setiap judul bagian.
Yang berubah di versi 1.0.6
Bagian ini membandingkan versi 1.0.6 dengan versi 1.0.5. Tidak ada perubahan pada koneksi jaringan, alamat unduhan, izin Android, papan klip, layanan latar belakang, maupun alamat kontak. Seluruh perubahan di bawah terjadi di dalam ponsel Anda.
Kali Linux terbuka sampai prompt
Di versi 1.0.5, distro seperti Kali Linux terbuka sampai banner lalu diam tanpa prompt. Versi ini memperbaikinya, jadi terminal bisa dipakai seperti biasa. Perbaikan itu bekerja di dalam ponsel Anda: tidak ada data yang dibaca, disimpan, atau dikirim karenanya, dan tidak ada koneksi baru yang dibuka.
Satu keterangan ponsel tidak lagi terlihat dari dalam Linux
Sampai versi 1.0.5, program di dalam Linux bisa melihat keberadaan pengaturan keamanan bawaan Android, meski isinya memang tidak boleh dibaca aplikasi. Keberadaan itu juga yang membuat pemasangan paket di Kali Full berhenti dengan pesan error. Sekarang keterangan itu tidak lagi diperlihatkan, jadi pemasangan paket berjalan dan program di dalam Linux memperoleh satu keterangan lebih sedikit tentang ponsel Anda.
Dua nilai acak untuk program yang menanyakannya
Sebagian ponsel menutup dua berkas sistem yang biasa dibaca program Linux setiap kali prompt muncul, dan penolakan itu tercetak berulang kali di layar. Di ponsel seperti itu, aplikasi kini menjawab sendiri dengan dua nilai: satu nilai acak baru setiap kali dibaca, dan satu nilai yang tetap sama sampai ponsel dimatikan lalu dinyalakan lagi. Keduanya tidak diambil dari nomor seri, nomor IMEI, atau identitas perangkat mana pun, tidak disimpan ke berkas, dan tidak dikirim ke mana pun oleh aplikasi. Program yang Anda jalankan sendiri tentu bisa mengirimkan apa saja yang dibacanya, seperti dijelaskan di bagian Linux, Ollama, DNS, dan layanan pihak ketiga.
Hak berkas di dalam Linux mengikuti kebiasaan Linux
Berkas yang dibuat di dalam terminal dulu hanya bisa dibaca oleh pemiliknya. Sekarang hak bacanya mengikuti kebiasaan login Linux, sehingga pengguna lain di dalam sistem Linux yang sama bisa membaca berkas yang baru dibuat. Semua berkas itu tetap berada di folder privat aplikasi di dalam ponsel Anda, yang tidak bisa dibaca aplikasi lain, dan hak akses Android untuk folder itu tidak berubah.
Nama paket aplikasi
Aplikasi versi ini memakai nama paket com.dracxterm. Kalau di ponsel Anda masih
ada pemasangan lama dengan nama paket yang berbeda, pemasangan itu berdiri sendiri: datanya tetap
tersimpan di ponsel sampai Anda menghapus aplikasinya lewat Setelan Android.
Yang tidak berubah
Sama seperti versi 1.0.5: daftar izin Android, alamat dan pemeriksaan sidik jari pada
unduhan, sumber dan versi Ollama yang dipin, DNS bawaan, perilaku papan klip, layanan latar
belakang, status backup Android, ringkasan jaringan untuk ifconfig, halaman About,
dan alamat kontak.
Yang ada di versi ini
Ringkasan isi versi 1.0.6, supaya Anda tahu bagian mana saja yang menyentuh data Anda sebelum membaca rinciannya di bawah.
- Terminal dengan warna dan escape sequence ANSI/VT, scrollback, seleksi teks, pencarian isi layar, papan klip, dan mouse tracking. Semuanya berjalan di dalam ponsel.
- Sampai lima workspace sekaligus, masing-masing dengan shell, direktori kerja, dan riwayat sendiri.
- Shell BusyBox yang ikut di dalam APK dan jalan tanpa root maupun jaringan. Di perangkat yang menolak menjalankannya, terminal memakai shell bawaan perangkat, dan itu pun tidak butuh jaringan.
- Sistem Linux yang dijalankan VHDP, dengan PRoot sebagai cadangan otomatis. Keduanya ada di dalam APK.
- Katalog lima image Linux: untuk arm64, Debian 13 (trixie) sebagai bawaan serta Kali Linux nano, minimal, dan full pentesting; untuk x86_64, Debian 13. Katalognya ikut dikemas di dalam APK, jadi membukanya tidak butuh koneksi.
- Pemasangan Ollama atas permintaan Anda, dari rilis resmi Ollama v0.34.2 yang dihosting di GitHub. Hanya untuk arm64.
- Dasbor pengaturan
xsetyang digambar di dalam terminal: tema dan warna, font, ukuran teks, bentuk kursor, kedalaman scrollback, padding, sakelar akses penyimpanan, halaman informasi perangkat, halaman Diagnostics, serta ekspor dan impor konfigurasi sebagai JSON. - Antarmuka dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, keduanya selalu ikut terpasang.
- Layanan latar depan yang menjaga sesi tetap hidup saat Anda pindah aplikasi.
Aplikasi berjalan di perangkat arm64-v8a dan x86_64 dengan Android
7.0 (API 24) atau lebih baru. Tidak butuh akun, layanan Google, atau akses root.
Yang tidak dikumpulkan pengembang
Pemeriksaan kode menunjukkan aplikasi ini tidak punya saluran untuk mengirim data Anda ke pengembang. Di dalamnya tidak ada:
- sistem akun atau login, dan tidak ada server milik pengembang tempat data pengguna dikumpulkan;
- analytics, yaitu perekaman cara Anda memakai aplikasi;
- iklan atau tracker;
- pelaporan error otomatis ke server;
- telemetry, yaitu pengiriman data pemakaian secara berkala di latar belakang.
Tidak ditemukan juga kode yang mengirimkan apa yang Anda ketik, apa yang muncul di layar terminal, isi papan klip, file Anda, atau informasi perangkat kepada pengembang. Dependensi aplikasi di versi 1.0.6 sama dengan versi 1.0.1 dan tidak ada SDK pihak ketiga yang ditambahkan.
Satu-satunya cara pengembang menerima sesuatu dari Anda adalah kalau Anda sendiri yang mengirim email. Itu dibahas di bagian Kontak.
Data yang diproses dan disimpan di perangkat
Apa yang Anda ketik dan lihat
Teks yang Anda ketik dan hasil yang dicetak program mengalir melalui terminal di dalam aplikasi. Riwayat baris yang sudah tergulir ke atas, biasa disebut scrollback, disimpan di memori selama sesi berjalan dan jumlah barisnya dibatasi. Aplikasi tidak menuliskan scrollback itu ke dalam file.
Sistem Linux yang Anda pasang punya cara menyimpannya sendiri, dan itu permanen. Riwayat perintah, kunci SSH, file kerja, cache paket, dan log program bisa tersimpan di sana persis seperti di komputer biasa. Layar yang bersih setelah sesi ditutup tidak berarti jejaknya ikut hilang.
Apa yang tersimpan di ruang aplikasi
Hal-hal berikut bisa tersimpan di area penyimpanan milik aplikasi:
- pengaturan tampilan dan pilihan bahasa dari dasbor
xset; - catatan sejauh mana pemasangan Linux sudah berjalan, termasuk kalau Anda pernah menolak tawaran mengunduhnya;
- sistem Linux itu sendiri, biasa disebut rootfs, beserta seluruh isinya;
- folder home Linux Anda, yang sengaja disimpan terpisah supaya tidak ikut hilang saat Linux dipasang ulang;
- file konfigurasi yang Anda ekspor lewat menu di
xset; - unduhan yang belum selesai, supaya bisa dilanjutkan dan tidak diulang dari nol;
- catatan pemulihan sistem paket;
- runtime Ollama, model AI yang Anda unduh, dan catatan pemasangannya;
- file apa pun yang Anda buat sendiri lewat terminal.
Berkas yang ditambahkan VHDP
Sejak versi 1.0.5 ada beberapa berkas tambahan. Semuanya tinggal di ponsel, dan tidak ditemukan kode yang mengunggahnya.
vhdp-events.logdi folder cache aplikasi. Isinya peringatan dan error dari engine, misalnya panggilan sistem yang ditolak atau jalur yang berada di luar sistem Linux. Pesannya kadang memuat nama jalur atau program. Begitu ukurannya melewati 512 KB, berkas itu dihapus dan dimulai lagi dari kosong..guest-backend, catatan kecil berisi engine yang dipilih untuk sistem Linux Anda (VHDP atau PRoot), alasannya, serta lokasi folder pustaka aplikasi dan folder sistem Linux. Aplikasi membacanya supaya tidak perlu menguji ulang setiap kali dibuka.- Folder
.vhdp-hardlinks. Android melarang aplikasi membuat hardlink, padahaldpkg,tar, dancp -almembutuhkannya. VHDP menirunya dengan memindahkan berkas ke folder ini dan mencatat nama-nama berkas tersebut. Folder itu muncul di lokasi tempat hardlink dibuat, biasanya di dalam sistem Linux atau folder home. - Perintah
vhdpdi/usr/local/bindi dalam sistem Linux, yang dipasang ulang setiap kali terminal dibuka.
Informasi perangkat di halaman About dan Diagnostics
Halaman About di dalam xset menampilkan spesifikasi ponsel Anda: merek, model,
versi Android, jenis prosesor, versi kernel, ukuran dan kerapatan layar, jumlah inti prosesor,
RAM, sisa penyimpanan, nomor build, tanggal pembaruan keamanan, versi aplikasi, dan nama paket
aplikasi. Halaman Diagnostics menampilkan informasi tentang engine VHDP dan bagaimana ia berjalan
di ponsel Anda.
Semua itu dibaca saat halaman dibuka dan hanya untuk ditampilkan. Tidak ditemukan kode yang mengirimkannya ke mana pun.
Ringkasan jaringan untuk perintah ifconfig
Android melarang aplikasi biasa membaca daftar antarmuka jaringan langsung dari sistem, jadi
perintah ifconfig di dalam Linux akan mengembalikan hasil kosong. Supaya perintah itu
tetap berguna, aplikasi menyusun ringkasan jaringan setiap kali sesi dimulai lalu menaruhnya di
dalam Linux.
Ringkasan itu memuat nama antarmuka, jenis koneksi seperti Wi-Fi atau seluler, status aktif atau tidak, alamat IP lokal, ukuran paket maksimum, dan alamat server DNS. Datanya diperbarui tiap sesi. Tidak ditemukan kode yang mengunggahnya.
Catatan diagnostik
Selama pemasangan, perbaikan, dan pembukaan sesi, aplikasi menulis catatan ke log sistem Android dan ke beberapa file lokal. Isinya berupa lokasi file, jenis prosesor, versi kernel, nama arsip, status pemasangan, engine yang dipilih, informasi jaringan, atau pesan error. Catatan ini membantu menelusuri masalah kalau pemasangan gagal, dan tidak ditemukan kode yang mengunggahnya.
Koneksi jaringan dan unduhan
Aplikasi ini sendiri hanya mengunduh dua hal, dan keduanya baru berjalan setelah Anda memintanya. Engine VHDP dan PRoot tidak membuka koneksi jaringan.
Sistem Linux
Daftar pilihan distro sudah ikut dikemas di dalam aplikasi, jadi membuka daftarnya tidak memerlukan koneksi. Unduhan baru dimulai setelah Anda memilih satu distro dan menekan tombol setuju. Kalau Anda menolak, tawaran itu tidak muncul lagi setiap kali membuka aplikasi, dan terminal tetap bisa dipakai tanpa Linux.
Sejak versi 1.0.5, semua file distro diambil dari aset rilis
github.com/ExsoKamabay/rootless. Alamat lengkap tiap image bisa Anda baca sendiri di
berkas rootfsURLS.json di dalam repository aplikasinya.
Runtime Ollama
Ollama adalah perangkat lunak untuk menjalankan model AI secara lokal. Runtime-nya tidak ikut
dikemas dalam aplikasi karena ukurannya besar, sekitar 1,5 GB. File itu baru diunduh setelah Anda
mengetik perintah ollama di terminal dan menjawab pertanyaan konfirmasi. Sumbernya
adalah rilis resmi Ollama v0.34.2 yang dihosting di GitHub. Di perangkat x86_64 aplikasi
menjawab begitu perintah itu diketik dan tidak mengunduh apa pun, karena rilis yang dipakai hanya
tersedia untuk arm64. Kalau Anda tidak pernah
menjalankan perintah itu, tidak ada yang diunduh.
Apa yang diketahui server unduhan
Kedua unduhan memakai koneksi terenkripsi HTTPS. Kalau server mencoba mengalihkan ke koneksi biasa yang tidak terenkripsi, aplikasi menolak dan tidak mengikutinya. File yang selesai diunduh dicocokkan sidik jarinya dengan nilai yang sudah ditetapkan, dan file yang tidak cocok atau belum lengkap tidak diteruskan ke tahap pemasangan.
Pemeriksaan itu memastikan file yang Anda terima tidak diubah di jalan, tetapi tidak menyembunyikan permintaannya. Server unduhan dan jaringan yang dilewati tetap dapat mengetahui alamat IP Anda, waktu permintaan, file yang diminta, jenis aplikasi yang meminta, dan posisi lanjutan kalau unduhan sempat terputus. Di versi 1.0.5 kedua unduhan dilayani GitHub, dan data itu ditangani menurut kebijakan GitHub, bukan kebijakan ini.
Pemeriksaan sidik jari juga tidak berkata apa-apa soal isi perangkat lunaknya. Ia hanya memastikan Anda menerima file yang sama dengan yang dimaksud. Apa yang dilakukan perangkat lunak itu setelah berjalan adalah urusan perangkat lunak tersebut.
Linux, Ollama, DNS, dan layanan pihak ketiga
Program yang Anda jalankan
Setelah Linux terpasang, Anda bisa menjalankan apa saja di dalamnya: apt untuk
memasang paket, curl untuk mengambil data dari internet, ssh untuk masuk
ke server lain, perkakas Kali, Ollama beserta model yang Anda unduh, atau perangkat lunak lain
yang Anda pasang sendiri. Program-program itu bisa membuka koneksinya sendiri dan mengirim data,
file, atau kredensial ke tujuan yang Anda tentukan atau yang sudah ditentukan program tersebut.
Lalu lintas seperti itu tidak lewat pengembang dracxterm dan tidak diatur oleh kebijakan ini. Anggap saja seperti terminal di komputer Anda: apa yang Anda jalankan, itulah yang menentukan ke mana data Anda pergi. VHDP menjalankan program itu, tetapi tidak menyimpan atau meneruskan lalu lintas jaringannya.
Penerjemah alamat internet
Setiap kali sebuah program menghubungi alamat seperti example.com, alamat itu
harus diterjemahkan dulu menjadi nomor IP. Layanan yang melakukannya disebut DNS.
Linux yang berjalan di dalam dracxterm tidak punya pengatur DNS sendiri, jadi tanpa pengaturan awal semua koneksi akan gagal. Karena itu, saat Linux pertama kali disiapkan, aplikasi mengisinya dengan Google Public DNS dan Cloudflare DNS. Di versi 1.0.5 isian itu ditulis VHDP, dengan server yang sama seperti versi 1.0.1, dan hanya sekali saat pemasangan.
Setiap kali program di dalam Linux menerjemahkan sebuah alamat, penyedia DNS tersebut dapat
mengetahui alamat yang diminta, waktunya, dan dari IP mana permintaan itu datang, sesuai kebijakan
mereka masing-masing. Anda bisa menggantinya kapan saja dengan menyunting file
/etc/resolv.conf di dalam Linux Anda.
Model AI dan Ollama
Ketika Anda mengunduh model lewat Ollama, permintaan itu berjalan ke layanan Ollama, tidak ke pengembang dracxterm. Server Ollama berjalan secara lokal di ponsel Anda dan hanya mendengarkan dari dalam perangkat, jadi percakapan Anda dengan model tidak dikirim ke luar oleh aplikasi ini. Model, log, dan datanya tersimpan di folder home Linux Anda.
Izin Android yang diminta
Daftar izin di versi 1.0.6 sama persis dengan versi 1.0.1. Tidak ada yang ditambah dan tidak ada yang dicabut.
| Izin | Untuk apa |
|---|---|
INTERNET, ACCESS_NETWORK_STATE |
Mengunduh sistem Linux dan runtime Ollama saat Anda memintanya, dan menyusun ringkasan
jaringan untuk ifconfig. Diberikan otomatis saat pemasangan, tanpa dialog. |
MANAGE_EXTERNAL_STORAGE |
Membuka file di penyimpanan bersama dari dalam terminal. Sepenuhnya pilihan Anda, diberikan lewat Setelan Android, dan tidak pernah diminta saat aplikasi dibuka. |
READ_EXTERNAL_STORAGE, WRITE_EXTERNAL_STORAGE |
Jalur lama untuk Android 12L ke bawah. Diabaikan sistem pada Android yang lebih baru. |
FOREGROUND_SERVICE, FOREGROUND_SERVICE_SPECIAL_USE |
Menjaga shell Anda tetap hidup ketika Anda pindah ke aplikasi lain. |
POST_NOTIFICATIONS |
Menampilkan notifikasi layanan latar depan. Tidak pernah diminta saat aplikasi dibuka; sesi Anda tetap hidup meski izin ini tidak diberikan. |
Tidak ada izin untuk lokasi, kamera, mikrofon, kontak, maupun daftar aplikasi terpasang.
Akses ke penyimpanan ponsel
Secara bawaan, dracxterm hanya menyentuh area penyimpanannya sendiri. Terminal berjalan penuh tanpa izin tambahan apa pun.
Kalau Anda ingin membuka file di Download atau DCIM dari dalam terminal, Anda bisa
mengaktifkan akses penyimpanan dari dasbor xset. Pada Android modern, izin itu
bernama "Akses semua file". Izin ini sepenuhnya pilihan Anda dan diberikan lewat layar pengaturan
Android, tidak lewat dialog di dalam aplikasi.
Kalau Anda memberikannya, shell dan semua program Linux yang berjalan di dalamnya dapat membaca, membuat, mengubah, dan menghapus file di penyimpanan bersama serta kartu memori, sebatas yang Android izinkan. Itulah tujuan izin tersebut. Pertimbangkan dengan sadar sebelum memberikannya.
Tombol Storage di xset dan izin Android adalah dua hal yang berbeda.
Setiap sesi Linux dibuat dengan jalur /mnt/sdcard yang menunjuk ke penyimpanan
bersama, apa pun posisi tombol Storage. Tombol itu hanya membuat atau menghapus pintasan
~/sdcard di folder home. Yang menentukan apakah isi /mnt/sdcard bisa
dibaca adalah izin Android. Selama izin "Akses semua file" diberikan, program di dalam Linux bisa
menjangkau /mnt/sdcard walaupun tombol Storage mati. Perilaku ini sama dengan versi
1.0.1; halaman ini menjelaskannya lebih lengkap.
Untuk memastikan aksesnya benar-benar berhenti, cabut izinnya lewat Setelan Android, lalu tutup dan buka ulang aplikasinya.
Papan klip
Papan klip Android dibaca ketika Anda menekan tombol Paste, dan ditulis ketika Anda menyalin teks yang Anda sorot. Keduanya berjalan karena Anda yang memintanya.
Program di dalam terminal juga dapat menulis teks ke papan klip Android lewat perintah khusus bernama OSC 52, tanpa dialog tambahan. Kemampuan ini standar di emulator terminal dan berguna, misalnya saat Anda menyalin teks dari editor di server yang sedang Anda akses. Sisi lainnya, isi papan klip Anda bisa diganti oleh program yang Anda jalankan. Permintaan program untuk membaca papan klip lewat jalur ini tidak dilayani. Perilakunya tidak berubah di versi 1.0.6.
Sesi yang berjalan di latar belakang
Kalau Anda berpindah ke aplikasi lain, Android biasanya menutup proses yang sedang berjalan. Untuk terminal, itu berarti perintah yang sedang jalan akan mati di tengah jalan. dracxterm mencegahnya dengan menandai dirinya sebagai layanan latar depan, dan Android mewajibkan layanan semacam ini menampilkan notifikasi selama aktif.
Notifikasi itu muncul karena aturan Android tersebut. Layanan ini tidak mengumpulkan apa pun dan tidak melacak Anda. Tugasnya hanya menjaga sesi Anda tetap hidup.
Backup bawaan Android
Versi 1.0.6 masih mengizinkan backup bawaan Android dan belum menetapkan daftar pengecualian, sama seperti versi sebelumnya. Artinya, data aplikasi yang memenuhi syarat dapat ikut terbawa saat Android melakukan backup, pemulihan, atau pemindahan ke ponsel baru. Seberapa jauh cakupannya ditentukan oleh versi Android, layanan backup yang Anda pakai, dan pengaturan Anda sendiri.
Kalau di dalam Linux Anda menyimpan kunci SSH, kata sandi, atau file sensitif lain, ini layak Anda perhitungkan.
Berapa lama data disimpan dan cara menghapusnya
Tidak ada jadwal penghapusan otomatis, kecuali untuk vhdp-events.log yang
dikosongkan sendiri begitu melewati 512 KB. Data lain yang disebut di halaman ini bertahan di
ponsel Anda selama aplikasinya terpasang, dan Anda yang menentukan kapan hilang.
Menghapus penyimpanan aplikasi lewat Setelan Android, atau menghapus aplikasinya, akan membuang sistem Linux, folder home Linux, pengaturan, model Ollama, berkas VHDP, dan catatan lokal.
Tiga hal tidak ikut terhapus dan perlu Anda urus sendiri: file yang sudah Anda simpan ke
penyimpanan bersama ponsel, termasuk folder .vhdp-hardlinks kalau ada program yang
membuat hardlink di sana; isi papan klip Android; dan data milik pemasangan dracxterm lama yang
memakai nama paket berbeda, kalau pemasangan itu masih ada di ponsel Anda.
Keamanan
Data aplikasi dilindungi oleh dua lapis bawaan Android: pemisahan antar-aplikasi, yang membuat aplikasi lain tidak bisa membaca area penyimpanan dracxterm, dan enkripsi penyimpanan perangkat. Aplikasi ini tidak menambahkan lapisan enkripsi sendiri di atasnya, dan tidak ada kata sandi terpisah untuk membuka sistem Linux Anda.
VHDP tidak memberi program di dalam Linux hak root yang sebenarnya. Program itu melihat dirinya sebagai root, tetapi di mata Android ia tetap berjalan dengan hak aplikasi dracxterm dan tidak bisa keluar dari batas yang sama.
Perlindungan itu berhenti di batas area privat aplikasi. File yang Anda tulis ke penyimpanan bersama berada di luar batas tersebut: aplikasi lain bisa membacanya sesuai izin yang mereka punya, dan file itu tetap ada setelah dracxterm dihapus.
Untuk berkas yang diunduh, sidik jari SHA-256 tiap image tetap dipin di dalam APK. Seberapa jauh sidik jari itu bisa dicocokkan ke sumber independen berbeda-beda:
- tiga image Kali: cocok dengan
SHA256SUMSyang diterbitkan proyek Kali untuk kali-2026.2; - Debian x86_64: cocok dengan
SHA256SUMSbertanda tangan GPG milik linuxcontainers, yang salinannya disimpan di rilis mirror; - Debian arm64: tidak bisa lagi. Situs yang dulu menerbitkannya sudah tutup, dan yang menopangnya adalah sidik jari yang dipin sejak versi 1.0.0. Di versi 1.0.1 image Debian arm64 masih bisa dicocokkan ke sumber resminya, jadi untuk image ini rantai pemeriksaannya lebih pendek daripada di 1.0.1.
Perubahan pada kebijakan ini
Halaman ini menggambarkan dracxterm versi 1.0.6. Kalau ada perubahan yang memengaruhi data Anda, halaman ini diperiksa ulang terhadap kode versi barunya dan diperbarui. Tanggal di bagian atas menunjukkan kapan pembaruan terakhir dilakukan.
Halaman untuk versi lama tetap disimpan di Privacy Center dan tidak dihapus, supaya Anda bisa membandingkan sendiri apa yang berubah.
Kontak
Kalau ada yang ingin Anda tanyakan soal halaman ini, kirim email ke
lexyong66@gmail.com. Tombol kontak di dalam
xset membuka aplikasi email Anda dengan alamat itu sudah terisi, dan menyalin
alamatnya ke papan klip kalau tidak ada aplikasi email yang terpasang.
Aplikasi tidak melampirkan informasi perangkat, catatan, atau isi terminal secara otomatis. Pengembang dracxterm hanya menerima apa yang Anda tulis dan lampirkan sendiri di email itu.
Halaman web ini
Privacy Center dan halaman yang sedang Anda baca seluruhnya statis. Tidak ada analytics, cookie, atau penyimpanan di peramban Anda, dan tidak ada permintaan ke layanan luar. Yang dimuat hanya daftar kebijakan dan file halaman ini, keduanya dari alamat yang sama.
Kebijakan ini disusun dari pemeriksaan kode sumber dracxterm 1.0.6 pada tag
v1.0.6, termasuk perbandingan dengan tag v1.0.5 di repository. Kalau Anda
menemukan bagian yang tidak cocok dengan perilaku aplikasi, beri tahu lewat alamat email di
atas.